Wednesday, August 13

Lebaran di Vienna



Satu pagi di hari raya
Aku sujud membesarkanMu
Ku melafadzkan takbir penuh rasa kehambaan
Ku melafadzkan tahmid penuh kesyukuran

Gema takbir di pagi raya
Ku teringat kampung halaman
Aku di perantauan
Tak berdaya menahan sebak

Gema takbir di pagi raya

Kurindukan ibu di sana
Keluarga, sanak saudara
Hanya doa kukirimkan

Marilah di Hari Raya
Kita semua bermaafan
Lupakan persengketaan
Eratkan persaudaraan
Harmoni di Hari Raya

(Satu Pagi di Hari Raya by Raihan & Nowseeheart) 

Tahun ini adalah Lebaran ketiga kami di perantauan. Setelah dua tahun sebelumnya kami berlebaran di Singapura, tahun ini pun kami terpaksa tidak bisa berkumpul bersama keluarga besar di Indonesia untuk merayakan Lebaran.

H-2 Lebaran kami "mudik" dari Graz ke Vienna. Kalau di Indonesia orang2 mudik dari ibu kota ke kampung, kami sebaliknya malah sengaja pergi ke ibu kota untuk merayakan Lebaran :D

Kami memutuskan untuk berlebaran di KBRI Austria, Vienna, karena di Graz tidak banyak orang Indonesia. Di Vienna yang merupakan ibu kota Austria, cukup banyak warga negara Indonesia yang tinggal. Yah, walaupun tidak bisa berkumpul bersama keluarga besar di Indonesia, tapi setidaknya kami masih bisa bertemu saudara2 setanah air di perantauan. Alhamdulillah..cukup mengobati kerinduan kami pada suasana Lebaran di kampung halaman.

Suasana selepas shalat Ied


Setelah melaksanakan shalat Ied, kami pun disuguhi hidangan khas Lebaran di Indonesia oleh pihak KBRI. Tau aja kalau kami kangen masakan Indonesia. Gak rugi kami jauh2 datang dari Graz ke Vienna, hehehe..


sabar...sabar...

Antri ngambil makanan


Lengkap!!!

Berbeda dengan tahun2 sebelumnya saat kami berlebaran di Singapura, meskipun tidak bisa berkumpul bersama keluarga di Indonesia, tapi kami masih bisa berbincang melalui telepon selepas shalat Ied. Karena selisih waktunya hampir tidak ada (walaupun jam di Singapura lebih cepat 1 jam), jadi saat menelepon keluarga di Indonesia, sama2 masih dalam suasana kemeriahan Lebaran. Keluarga besar masih ramai berkumpul di rumah kakek. Di sini, karena selisih waktu yang panjang dengan di Indonesia, yaitu 5 jam (dengan WIB), jadi saat kami selesai shalat Ied dan masih dalam suasana kemeriahan Lebaran, yang di Indonesia sudah bubar :p

Tidak bisa bertemu keluarga di Tasik, tapi tergantikan dengan bertemu Pak Dubes yang ternyata urang Tasik oge:D
Kami sempat berbincang sebentar dengan beliau setelah beliau diwawancara oleh reporter dari salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Dan..mumpung ketemu, kami pun meminta beliau untuk berfoto bersama. Pak Dubes yang sangat ramah dan rendah hati. Terima kasih atas waktunya ya, Pak :)


Bersama Pak Dubes RI untuk Austria dan Slovenia

Senang rasanya bisa bertemu dengan saudara "senasib". Semakin jauh kita dari tanah air, jadi terasa semakin dekat dengan sesama perantau. Alhamdulillah..dapat banyak saudara baru di sini :)

Setelah puas menikmati hidangan Lebaran, berkenalan dan berbincang dengan saudara2 baru, saatnya memenuhi janji pada anak2. Setelah sehari sebelumnya kami mengajak anak2 ke kebun binatang, hari itu kami mengajak anak2 ke Prater, theme park. Karena di Austria Hari Raya Iedul Fitri tidak dijadikan hari libur nasional, maka hari itu umat muslim di Austria "meliburkan diri". Dan rupanya banyak juga yang memilih untuk bertamasya ke Prater bersama keluarga setelah merayakan Lebaran. Jadi hari itu di Prater rasanya seperti di Dufan, Jakarta, karena banyak sekali yang berjilbab.

Rasa rindu pada kampung halaman pun terobati sudah. Hati senang, perut kenyang, dan pulang membawa banyak cerita untuk dikenang :)

Oh iya, untuk liputan mengenai suasana lebaran di Vienna, bisa dilihat di tayangan berikut http://m.metrotvnews.com/play/2014/07/29/271607/perayaan-lebaran-di-austria.  

Komentar
Komentar